Jakarta - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan bahwa kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia cukup memprihatinkan, tetapi pemerintah sudah serius menangani masalah tersebut.
Muzani mengatakan bahwa tantangan di lapangan tidak mudah, karena medan yang mengalami kebakaran terbentang luas. Di sisi lain, sumber-sumber air pun sulit didapatkan karena musim kemarau yang panjang.
"Ini agak tidak gampang, tapi saya melihat semangat dari aparat-aparat, baik TNI, Polri, ataupun mereka yang menangani persoalan karhutla ini dengan sungguh-sungguh," kata Muzani di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, kondisi kebakaran sudah mulai merambah atau memasuki wilayah-wilayah hutan sensitif, seperti kawasan konservasi. Bahkan, selain di Kalimantan dan Sumatera, karhutla juga sudah mulai terjadi di Jawa dan Papua.
Untuk itu, Muzani berterima kasih kepada semua yang terlibat dalam penanganan karhutla, yang tentu saja juga penuh risiko.
Ketua MPR juga meminta semua yang terlibat dalam penanganan karhutla agar berhati-hati.
Di sisi lain, Muzani pun mengajak kepada masyarakat untuk turut membantu para petugas yang menangani kebakaran hutan dan lahan.
"Support dan bantuan yang diterima oleh masyarakat juga menurut saya cukup bagus dalam memberikan tugas dan kelancaran tentang persoalan ini," katanya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat titik panas atau hotspot di tiga wilayah Kalimantan mengalami peningkatan.
Pusdatin BNPB di Jakarta, Kamis (27/8), menyatakan Kalimantan Tengah mengalami lokasi peningkatan titik panas terbanyak yaitu 1.837 titik baru ditemukan
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.