Pontianak - Mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak mengembangkan WALL-INSPECT, perangkat berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi keretakan dinding bangunan secara real-time.
"Inovasi tersebut dikembangkan mahasiswa Program Studi Informatika dan Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) tahun anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)," kata Ketua Tim WALL-INSPECT, Dzulfikar Nuril Al-Amien di Pontianak, Jumat.
Dia mengatakan perangkat tersebut dirancang untuk mempercepat pemeriksaan kondisi dinding sekaligus menghasilkan data keretakan yang lebih objektif dan terdokumentasi.
"Ketika pengguna mengarahkan kamera ke bagian dinding yang retak dan menekan trigger pada gagang alat, sistem akan menangkap citra, memprosesnya, kemudian menampilkan hasil analisis secara langsung pada layar LCD,” tuturnya.
WALL-INSPECT menggabungkan teknologi Convolutional Neural Network (CNN) untuk mengenali pola retakan dengan sensor kedalaman guna mengukur dimensi kerusakan secara kuantitatif.
Hasil analisis perangkat mencakup tingkat kerusakan, kedalaman dan panjang retakan, serta rekomendasi tindak lanjut yang dapat menjadi bahan pertimbangan pengguna dalam menentukan kondisi bangunan.
Menurut Dzulfikar, inovasi tersebut dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan inspeksi secara konvensional yang masih mengandalkan pengamatan manual, sehingga rentan terhadap subjektivitas dan bergantung pada pengalaman pemeriksa.
Secara fisik, WALL-INSPECT dibuat ringkas menyerupai scanner tembak dan dapat dioperasikan secara hands-free. Perangkat menggunakan Raspberry Pi 4 sebagai pusat pemrosesan serta memanfaatkan OpenCV dan format Open Neural Network Exchange (ONNX) dalam pengembangan sistem.
Pengembangan perangkat dilakukan melalui pengumpulan dataset citra dinding, perancangan sistem, implementasi model AI, hingga pengujian di lingkungan nyata untuk mengukur keandalan dan akurasi dalam mendeteksi keretakan.
Tim yang dipimpin Dzulfikar tersebut beranggotakan Dhimas Dwi Prasetyo, Husaini Ibnu, dan Muhammad Irza Al Hafi, dengan dosen pembimbing Khairul Hafidh. Kolaborasi mahasiswa Informatika dan Teknik Sipil diharapkan menghasilkan teknologi inspeksi bangunan yang semakin praktis dan akurat.
“Ke depan, WALL-INSPECT diharapkan mampu mendukung deteksi dini kerusakan, menekan risiko kerusakan struktural, mengurangi biaya perbaikan, serta mendorong pengelolaan bangunan dan infrastruktur yang lebih aman dan berkelanjutan,” kata Dzulfikar.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.