Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyiapkan bantuan beasiswa selama satu semester bagi mahasiswa yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Brian mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendataan mahasiswa terdampak bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) dan para rektor perguruan tinggi di wilayah bencana.
"Kita akan memberikan beasiswa untuk kali pertama ini kita berikan satu semester untuk mengurangi beban mereka. Jadi tahap pertama, kemarin data sudah ada sekitar 4.000-5.000 yang terdampak, itu akan kita berikan beasiswa," kata Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan jumlah penerima bantuan masih dapat bertambah apabila hasil pendataan menunjukkan lebih banyak mahasiswa yang terdampak.
Brian menjelaskan pemberian beasiswa tersebut menjadi langkah awal pemerintah untuk meringankan beban mahasiswa yang terdampak bencana, termasuk dalam memenuhi kewajiban biaya pendidikan.
Bantuan untuk mahasiswa akan diberikan selama satu semester terlebih dahulu. Apabila dampak bencana masih berlanjut, pemerintah akan mempertimbangkan penambahan bantuan pada semester berikutnya.
"Kita akan lihat pertama untuk satu semester dulu, nanti kalau memang dampaknya masih berkelanjutan kita akan tambah lagi di tahun depan di semester yang berbeda," katanya.
Selain membantu mahasiswa, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) juga tengah mendata kerusakan fasilitas perguruan tinggi di daerah yang terdampak bencana.
Brian mengatakan pemerintah akan melihat kemungkinan mengalihkan anggaran dan program yang masih berjalan untuk mendukung pembangunan atau perbaikan fasilitas kampus yang mengalami kerusakan.
Di sisi lain, Kemendiktisaintek juga akan melibatkan mahasiswa dalam penanganan dampak bencana melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.
Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di wilayah terdampak telah mulai berkomunikasi dengan organisasi mahasiswa di daerah lain untuk memetakan kebutuhan masyarakat secara langsung.
"Jadi kemarin beberapa BEM dari daerah terdampak gempa, ada Universitas Kristen Indonesia Ruteng, Santo Paulus Ruteng, ada Undana, ada Elbajo, Politeknik Bajo, kemudian ada Unram juga mereka bertemu dengan teman-teman yang BEM yang ada di Jawa," katanya menjelaskan.
Menurut Brian, mahasiswa saat ini tengah menyusun program bantuan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat yang telah mereka identifikasi di lapangan.
"Teman-teman mahasiswa kita menyusun program untuk memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan yang riil yang diketahui oleh tadi yang mahasiswa sudah mendata kebutuhan-kebutuhan yang urgen dibantu di daerah NTT yang terdampak bencana," pungkas Brian.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.