Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Menko Muhaimin: Transformasi pesantren putus rantai kemiskinan

NadiKabar Biro
Menko Muhaimin: Transformasi pesantren putus rantai kemiskinan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Menko Muhaimin: Transformasi pesantren putus rantai kemiskinan.

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan transformasi pesantren melalui penguatan pendidikan merupakan salah satu jalan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.

"Pesantren dilahirkan untuk menjadi pusat kajian dan ilmu pengetahuan, bukan sekadar tempat mengaji. Pesantren harus terus-menerus menyadari kewajibannya untuk memposisikan diri sebagai pusat ilmu pengetahuan," kata Menko Muhaimin Iskandar dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri pelatihan Artificial Intelligence (AI) dan ekonomi digital yang digelar Forum Pengasuh dan Pengelola Pesantren (FPTP), di Jombang, Jawa Timur.

Menurut dia, pesantren memiliki posisi strategis karena tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki ekosistem sosial dan ekonomi yang kuat serta berpengaruh langsung terhadap masyarakat di sekitarnya.

Ia mengatakan pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan masyarakat untuk keluar dari keterbatasan ekonomi.

Menurutnya, semakin kuat pendidikan yang diterima masyarakat, semakin besar pula peluang mereka untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan taraf hidup.

"Saya bilang kepada Pak Presiden, salah satu pintu untuk mengatasi kemiskinan adalah pesantren. Salah satu cara mengatasi kemiskinan adalah melalui pendidikan. Pendidikan adalah pemutus mata rantai kemiskinan yang paling cepat," kata Muhaimin Iskandar.

Karena itu, pihaknya mendorong pesantren untuk terus melakukan transformasi agar mampu menjawab perubahan zaman.

Pesantren perlu memperluas penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus memastikan pendidikan yang diberikan mampu membekali santri dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Percepatan teknologi, khususnya AI dan ekonomi digital, menjadi salah satu perubahan besar yang tidak dapat dihindari.

Menurut dia, perubahan kompetensi kini berlangsung sangat cepat sehingga seluruh masyarakat, termasuk pesantren, harus memiliki budaya belajar yang terus-menerus.

Ia menilai penguasaan AI dan ekonomi digital dapat menjadi bagian dari proses transformasi pendidikan pesantren.

Teknologi bukan hanya perlu dipahami sebagai alat, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperluas akses pengetahuan, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesantren.

"Pesantren diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan yang memiliki pengetahuan keagamaan, tetapi juga generasi yang memiliki keterampilan, kemampuan beradaptasi, jiwa kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi," katanya.

Muhaimin Iskandar juga mengapresiasi FPTP yang terus mendorong peningkatan kapasitas pesantren melalui berbagai program, termasuk pelatihan AI dan ekonomi digital.

Menurutnya, upaya tersebut penting untuk mempercepat proses transformasi agar pesantren mampu mengejar perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia