Jakarta - Penyintas kebakaran di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Ade terpaksa menanti hari persalinan di tenda pengungsian karena rumah yang telah ditempatinya selama sembilan tahun ludes dilahap si jago merah bersama puluhan rumah lainnya pada Rabu (26/8) malam.
"Rumah terbakar dan saya tidak tahu lagi nanti mau tinggal di mana, apalagi nanti hari Senin saya akan melahirkan. Sekarang saya masih tinggal di tenda pengungsian," kata Ade di Jakarta, Jumat.
Ade menceritakan saat api melalap rumahnya, ia hanya memiliki satu prioritas, yakni menyelamatkan anak-anaknya.
“Saat terjadi kebakaran, saya sedang di rumah, tapi karena panik, tidak sempat membawa apa pun, apalagi KTP, KK, akte, dan lain-lain,” ujar Ade.
Saat kebakaran hebat itu terjadi, dia mengaku langsung membawa anak-anaknya keluar rumah dan menjauh dari lokasi kebakaran.
Ade harus menghadapi kenyataan kehilangan tempat tinggal, yang membuat situasinya kini menjadi semakin berat.
“Saya tengah menanti kelahiran buah hati yang dijadwalkan pada Senin mendatang,” ungkap Ade.
Namun meski di tengah pengungsian, dia mengaku tetap bersyukur karena kebutuhan warga selama berada di pengungsian cukup terpenuhi.
Menurut dia, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan, terutama untuk kebutuhan makanan sehari-hari.
“Alhamdulillah, di sini ada saja bantuan yang datang, termasuk kebutuhan makanan sangat tercukupi. Terima kasih atas kepeduliannya kepada kami di Muara Angke," ucap Ade.
Seperti diketahui, Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mencatat 60 rumah terbakar dalam kebakaran yang terjadi di kawasan Muara Angke, Jalan Dermaga Ujung, RW 22, Kelurahan Pluit, Jakarta Utara, pada Rabu (26/8) malam.
“Api baru berhasil dipadamkan pada Kamis dini hari, pukul 00.12 WIB,” kata Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman, Kamis (27/8).
Dia menyebutkan proses pemadaman api dimulai pukul 18.54 WIB, dan petugas dapat memadamkan kebakaran tersebut setelah lima jam melakukan penanganan.
“Alhamdulillah, api berhasil padam dan kebakaran sudah dapat diatasi oleh petugas,” ungkap Gatot.
Sementara itu, Polsek Sunda Kelapa, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan 60 rumah penduduk di kawasan Muara Angke tersebut.
“Pagi ini, kami sudah di lokasi kejadian, melakukan pemeriksaan dan pemasangan garis polisi,” kata Kanit Reskrim Polsek Sunda Kelapa AKP Eri Suroto, Kamis (27/8).
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.