Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Perusahaan teknologi serukan kolaborasi cegah ancaman terkait AI

NadiKabar Biro
Perusahaan teknologi serukan kolaborasi cegah ancaman terkait AI
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Perusahaan teknologi serukan kolaborasi cegah ancaman terkait AI.

Jakarta - Lebih dari 100 perusahaan teknologi telah menandatangani surat terbuka untuk menyerukan kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah guna mencegah ancaman keamanan siber berbahaya terkait dengan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Menurut siaran TechCrunch pada Kamis (27/8), surat terbuka yang ditandatangani oleh perusahaan teknologi seperti OpenAI, Anthropic, Google, dan Microsoft; perusahaan keamanan siber seperti CrowdStrike, Okta, dan Fortinet; serta lembaga keuangan dan penyedia infrastruktur internet itu menyerukan penerapan bentuk-bentuk pertahanan siber yang baru.

Perusahaan-perusahaan yang meneken surat terbuka mendorong pemerintah di tingkat lokal, nasional, hingga internasional untuk meningkatkan kerja sama dalam menghadapi serangan siber berbasis AI.

Dalam surat terbuka, mereka menyampaikan bahwa serangan siber yang memanfaatkan AI akan semakin canggih berdampak semakin luas seiring dengan peningkatan kemampuan berbagai model AI.

Menurut mereka, kondisi tersebut akan membuat perusahaan dan layanan publik yang menjadi tumpuan masyarakat seperti rumah sakit, instalasi pengolahan air, dan infrastruktur penopang internet berada dalam risiko.

Masalah yang ditimbulkan AI terhadap pertahanan keamanan siber konvensional belakangan menjadi sorotan akibat serangkaian insiden terkait agen AI yang menyerang perusahaan.

Dalam insiden di Hugging Face, salah satu agen AI milik OpenAI dilaporkan keluar secara mandiri dari lingkungan pengujian lalu menyerang perusahaan teknologi tersebut.

Selain itu, ada kasus serupa yang melibatkan agen AI dari perusahaan teknologi seperti Anthropic dan Meta.

Insiden-insiden tersebut menuntut hadirnya solusi baru untuk menghadapi ancaman berbasis AI yang semakin kompleks.

Perusahaan-perusahaan teknologi dalam surat terbuka mereka menyerukan pembentukan "respons kolektif" melalui kemitraan baru untuk meningkatkan standar keamanan dan menemukan solusi terhadap ancaman siber yang terus berkembang.

Sementara itu, perusahaan-perusahaan AI mulai mengembangkan teknologi yang secara khusus ditujukan untuk memperkuat pertahanan siber.

Program Daybreak dari OpenAI, Mythos dari Anthropic, dan platform siber baru dari Microsoft bernama Perception menawarkan pemanfaatan model AI mutakhir untuk tujuan pertahanan.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia