Untuk mematangkan jalur pekerja terampil tersebut, Gus Ipul mengajak mantan Deputi Bidang Kependudukan Dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Pungky Sumadi untuk turut membantu menyusun dan mengembangkan kurikulum keterampilan bagi siswa Sekolah Rakyat.
"Kalau menjadi pekerja terampil, maka harus mengikuti pelatihan-pelatihan sesuai dengan minat dan paketnya. Jalur inilah yang nanti akan kita diskusikan lebih lanjut dengan Pak Pungky," jelas Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, pengembangan keterampilan menjadi bagian penting dalam menyiapkan siswa agar tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.
Pendekatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk memilih masa depan berdasarkan kemampuan dan ketertarikan masing-masing. Dengan demikian, siswa yang memiliki minat pada bidang tertentu dapat memperoleh pelatihan yang lebih terarah dan relevan dengan pilihan pekerjaannya.
Harapan tersebut dirasakan langsung oleh Linggar Ardiansyah (17), salah satu siswa Sekolah Rakyat. Linggar sempat berhenti sekolah selama dua tahun. Selama tidak bersekolah, ia menjalani berbagai pekerjaan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup bersama ayahnya.
Ia pernah bekerja sebagai tukang sapu, penjaga toilet, hingga kernet angkot. Kondisi tersebut membuat kesempatan untuk kembali bersekolah menjadi sesuatu yang sangat berarti baginya.
Kini, melalui Sekolah Rakyat, Linggar kembali mendapatkan kesempatan untuk belajar sekaligus mengembangkan minat dan keterampilannya.