"Karena saya masuk IPA, saya sekarang suka matematika. Jujur, saya belajar banyak hal. Di SRMA saya dulu, saya belajar keterampilan, khususnya tata boga. Saya memang hobi masak," ujar Linggar.
Bagi Linggar, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga ruang untuk mengembangkan kemampuan dan menemukan potensi diri.
Selain Linggar, sejumlah siswa juga membagikan pengalaman mereka sebelum dan setelah bergabung dengan Sekolah Rakyat. Cerita tersebut menjadi penyemangat bagi siswa yang baru bergabung pada tahun ajaran 2026/2027.
Dalam suasana yang berlangsung hangat dan akrab, Gus Ipul menyempatkan diri duduk bersama para siswa dan berbincang mengenai keseharian mereka. Ia mendengarkan pengalaman siswa, termasuk perubahan yang mereka rasakan setelah mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.
Suasana makan malam semakin meriah dengan penampilan band siswa yang membawakan sejumlah lagu, di antaranya "Aku Milikmu" dari Dewa 19, "Saat Kau Telah Mengerti" dari Virgoun, "Gema Adzan" dari Tegar serta "Laskar Pelangi" dari Nidji.
Para siswa diharapkan menjadikan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat sebagai momentum untuk membangun masa depan yang lebih baik dan kelak membahagiakan orang tua.
Dengan penguatan pendidikan dan keterampilan tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan pilihan masa depan masing-masing.