Kuahnya memiliki karakter ringan dan tidak terlalu pekat. Karena itu, rasa kuah terasa lebih segar ketika disantap bersama bakso.

Pelanggan juga bisa memilih bakso campur. Dalam satu porsi, isinya dapat terdiri dari pentol, tahu, siomay, dan gorengan.

Bakso Chukul berada di Jalan Kombes Pol. Moh. Duryat Nomor 41, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya.

Warung ini buka setiap hari sekitar pukul 11.00-20.30 WIB. Harga satu porsinya berada di kisaran Rp22 ribu.

Rawon menjadi salah satu hidangan yang sulit dipisahkan dari kuliner Jawa Timur. Di Surabaya, salah satu tempat yang bisa dicoba adalah Rawon Pak Pangat.

Tempat makan ini dikenal dengan kuah rawonnya yang kental dan medok. Salah satu menu yang menarik adalah rawon krengsengan.

Menu tersebut menawarkan perpaduan rasa gurih dan manis. Daging sapinya dibuat empuk dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam serat daging.

Selain rawon, pengunjung juga bisa memilih lauk pendamping seperti empal, paru, dan telur asin. Dengan pilihan tersebut, satu porsi makan bisa terasa lebih lengkap.

Rawon Pak Pangat berlokasi di Lotus Regency, Jalan Ketintang Baru Selatan I Nomor 15, Gayungan, Surabaya.

Tempat makan ini buka sekitar pukul 06.30-20.00 WIB. Harga menu berada di kisaran Rp32 ribu-Rp45 ribu per porsi.

Lontong balap merupakan salah satu makanan yang juga lekat dengan identitas kuliner Surabaya. Di kawasan Jalan Kranggan Garuda, ada Lontong Balap Pak Gendut yang telah bertahan lintas generasi.

Lontong balap klasik terdiri atas lontong, tauge, tahu, dan lentho yang dibuat dari kacang-kacangan. Hidangan tersebut kemudian bisa dipadukan dengan kerang laut.

Perpaduan lontong balap dan kerang menciptakan karakter rasa tersendiri. Tauge memberikan sensasi segar, sementara tahu dan kuah menghadirkan rasa gurih. Kerang kemudian menambahkan cita rasa laut dengan sentuhan pedas dan manis.

Ada hal menarik dalam penyajiannya. Saat pertama kali disajikan, piring berisi tauge, tahu, dan lentho. Pelanggan kemudian dapat menambahkan petis lontong balap sendiri sesuai selera.

Warung keluarga ini kini dikelola Rangga sebagai generasi ketiga. Sebelumnya, usaha tersebut diteruskan oleh sang ayah, Supadi, yang lebih dikenal dengan nama Pak Gendut.

Nama Pak Gendut kemudian melekat menjadi nama warung yang masih bertahan hingga sekarang.

Satu porsi lontong balap dibanderol sekitar Rp16 ribu. Sementara itu, kerang laut tersedia sekitar Rp16 ribu untuk 10 tusuk. Pelanggan juga dapat memesan setengah porsi berisi lima tusuk dengan harga sekitar Rp8 ribu.

Lontong Balap Pak Gendut buka sekitar pukul 09.00-22.00 WIB.

Jika ingin mencari kuliner dengan suasana Surabaya tempo dulu, Sop Buntut Kemudi bisa menjadi salah satu pilihan.

Tempat makan yang berada di Jalan Kemudi ini disebut telah buka sejak era 1950-an. Menu andalannya adalah sop buntut klasik dengan kuah bening.

Sop buntut tersebut dapat dinikmati dengan tambahan perasan jeruk nipis. Rasa kuahnya relatif ringan, tetapi tetap kaya. Jeruk nipis memberikan sensasi segar yang membuat hidangan berkuah ini terasa lebih ringan.

Sop Buntut Kemudi berada di Jalan Kemudi Nomor 18, Krembangan Utara, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya.

Tempat ini buka sekitar pukul 09.00-16.00 WIB. Harganya berada di kisaran Rp60 ribuan, sudah termasuk nasi.

Bertahan sejak puluhan tahun lalu membuat Sop Buntut Kemudi bukan sekadar tempat makan, tetapi juga bagian dari cerita kuliner lama Surabaya.