Bagi pencinta makanan kaya rempah, Kare Kambing Hj Sani bisa menjadi pilihan ketika berada di Surabaya.

Warung ini disebut telah hadir sejak sekitar 1960-an. Meski tempatnya sederhana, kare kambing yang disajikan memiliki karakter bumbu yang kuat dan kaya rempah.

Daging kambing yang lembut berpadu dengan kuah kari yang gurih dan aromatik. Pengunjung dapat menikmati kare kambing bersama nasi maupun lontong.

Berdasarkan informasi dari layanan pesan-antar, satu porsi kare kambing campur dibanderol sekitar Rp27 ribu.

Tidak suka kambing? Ada pula pilihan daging sapi. Selain itu, tersedia lauk lain seperti hati, paru, kleponan, dan sejumlah pilihan lainnya.

Kare Kambing Hj Sani berlokasi di Jalan Semarang Nomor 146, Bubutan, Surabaya. Lokasinya berada di tepi jalan dan tidak jauh dari kawasan Pasar Turi Baru.

Warung ini buka setiap hari sekitar pukul 08.00-21.00 WIB.

Warung Kongdhe di Jalan Bubutan II/III menjadi contoh lain bagaimana warung sederhana dapat memiliki pelanggan yang sangat loyal.

Warung ini mulai buka sejak pukul 06.00 WIB. Meski hanya berupa warung kecil di tepi jalan dengan kursi plastik, suasananya hampir selalu ramai.

Pengunjung yang datang terlalu siang bahkan berisiko tidak kebagian menu karena beberapa hidangan cepat habis.

Salah satu menu favoritnya adalah nasi selulup. Dalam satu porsi, pelanggan bisa mendapatkan kombinasi empal, paru, babat, udang, cumi, dan tongkol.

Bumbunya memiliki karakter khas Jawa Timur, dengan rasa gurih, sedikit manis, dan pedas.

Sambalnya juga menjadi daya tarik tersendiri. Warung ini memiliki sambal cok-cit atau jancok pencit yang memberikan sensasi pedas kuat hingga membuat bibir terasa panas dan kepala berkeringat.

NadiKabar sendiri sempat mencicipi nasi selulup tersebut. Perpaduan cumi yang kenyal, udang yang gurih, empal, dan babat terasa semakin lengkap dengan tambahan jembut belanda atau serundeng.

Sambal cok-cit atau sambal pencit kemudian memberikan rasa pedas yang membuat hidangan semakin menggugah selera.

Untuk harganya, satu piring nasi Madura dengan berbagai pilihan lauk rata-rata dibanderol sekitar Rp30 ribu.

Kuliner terakhir dalam daftar ini adalah Nasi Bebek Mbak Roh di kawasan Jalan Tumapel, Keputran, Surabaya.

Salah satu keunggulan tempat ini adalah rasa yang konsisten dan karakter bumbu yang kuat. Daging bebeknya diolah hingga empuk dan tidak alot.

Bebek juga tidak memiliki aroma amis yang kuat. Hal tersebut menjadi salah satu tantangan dalam mengolah daging bebek sehingga proses memasaknya menjadi bagian penting dari cita rasa akhir.

Sambalnya menjadi daya tarik lainnya. Dalam satu porsi, pelanggan biasanya mendapatkan lebih dari satu jenis sambal sehingga pengalaman rasanya menjadi lebih kompleks.

Sambal tersebut memiliki perpaduan rasa pedas dan gurih, dengan sedikit rasa pahit khas bumbu hitam yang dimasak lama hingga menghasilkan aroma yang lebih dalam.

Daging bebek dimasak bersama bumbu hingga meresap sebelum akhirnya digoreng. Hasilnya, bagian luar terasa renyah, sementara bagian dalam tetap lembut dan juicy.

Nasi yang disajikan juga pulen dan hangat. Sebagai pelengkap, tersedia lalapan seperti timun dan daun kemangi yang memberikan rasa segar.

Nasi Bebek Mbak Roh berada di kawasan Jalan Tumapel, Keputran, Surabaya. Warung ini buka sekitar pukul 10.00-17.00 WIB dan tutup setiap Minggu.