NADIKABAR.COM — Gunung Rinjani tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga memiliki berbagai cerita mistis yang berkembang di tengah masyarakat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gunung dengan ketinggian sekitar 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menyimpan legenda dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu cerita paling terkenal adalah keberadaan sosok Dewi Anjani yang dipercaya sebagai penguasa alam gaib Gunung Rinjani. Selain itu, terdapat berbagai pantangan yang konon harus dipatuhi pendaki, mulai dari larangan menyebut nama asli hingga kepercayaan tentang pendaki yang hilang.

Cerita-cerita tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Sasak. Berikut 10 mitos Gunung Rinjani yang menarik untuk diketahui.

1. Dewi Anjani sebagai penguasa Gunung Rinjani

Mitos paling populer adalah keberadaan Dewi Anjani yang dipercaya sebagai ratu jin sekaligus penguasa Gunung Rinjani.

Dalam legenda masyarakat Sasak, Dewi Anjani merupakan sosok perempuan sakti yang memiliki kekuatan luar biasa dan dihormati oleh bangsa jin. Ia dipercaya menjaga kawasan gunung serta memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat Lombok.

Sebagian masyarakat bahkan melakukan ritual permohonan izin sebelum melakukan pendakian sebagai bentuk penghormatan kepada sosok tersebut.

Segara Muncar merupakan kawasan yang dalam cerita masyarakat dipercaya sebagai lokasi istana gaib milik Dewi Anjani.

Konon, bangunan istana tersebut hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu pada waktu tertentu. Kepercayaan ini membuat kawasan Segara Muncar memiliki cerita mistis yang cukup terkenal di kalangan pendaki.

3. Pendaki yang hilang dipercaya masuk dunia jin

Kasus pendaki yang tersesat atau hilang di Gunung Rinjani juga melahirkan berbagai cerita mistis.

Sebagian masyarakat percaya bahwa pendaki yang tidak ditemukan sebenarnya masuk ke alam gaib atau tersesat di wilayah kerajaan jin milik Dewi Anjani.

Meski begitu, kejadian pendaki hilang harus tetap dipahami sebagai persoalan keselamatan yang dapat berkaitan dengan kondisi medan, cuaca, dan faktor manusia.

4. Danau Segara Anak dianggap sebagai tempat suci