Danau Segara Anak merupakan salah satu ikon wisata Gunung Rinjani yang memiliki nilai spiritual bagi masyarakat setempat.
Dalam kepercayaan masyarakat, danau ini dianggap sebagai tempat suci dan memiliki hubungan dengan kekuatan alam. Umat Hindu juga melaksanakan ritual Mulang Pekelem di kawasan danau sebagai bentuk persembahan kepada para dewa.
Karena dianggap sakral, pengunjung diharapkan menjaga sikap dan tidak merusak lingkungan sekitarnya.
5. Luas Danau Segara Anak dipercaya sebagai pertanda umur
Ada mitos yang menyebutkan bahwa luas Danau Segara Anak yang terlihat oleh pendaki memiliki hubungan dengan panjang umur seseorang.
Jika danau terlihat luas, hal tersebut dipercaya sebagai pertanda umur panjang. Sebaliknya, apabila terlihat sempit, sebagian orang menganggapnya sebagai pertanda usia yang tidak lama lagi.
Kepercayaan ini merupakan cerita turun-temurun dan tidak memiliki dasar ilmiah.
6. Dilarang mengeluh dan berpikiran negatif
Pendaki Gunung Rinjani juga mengenal pantangan untuk tidak mengeluh atau mengucapkan perkataan negatif selama perjalanan.
Sebagian masyarakat percaya bahwa ucapan dan pikiran buruk dapat mengundang kejadian tidak menyenangkan atau gangguan makhluk tak kasatmata.
Terlepas dari mitosnya, menjaga pikiran tetap positif memang dapat membantu pendaki mempertahankan semangat ketika menghadapi jalur yang melelahkan.
Salah satu pantangan yang cukup dikenal di Gunung Rinjani adalah larangan menyebut atau memanggil teman pendakian menggunakan nama aslinya.
Dalam kepercayaan yang berkembang di masyarakat setempat, menyebut nama seseorang secara langsung, terutama di kawasan tertentu, dipercaya dapat mengundang sosok gaib yang menyerupai orang tersebut. Karena itu, pendaki dianjurkan menggunakan kode suara atau panggilan khusus ketika ingin berkomunikasi dengan anggota rombongan.