NADIKABAR.COM — Sebanyak 10 perempuan di Kelurahan Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, mengikuti pelatihan tata busana sebagai bekal meningkatkan keterampilan dan membuka peluang usaha.

Instruktur Tata Busana Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Pusat Riris Simbolon mengatakan peserta akan mengikuti uji kompetensi setelah menyelesaikan pelatihan dan mendapatkan sertifikat.

“Sepuluh peserta yang mengikuti pelatihan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta wajib mengikuti uji kompetensi dan mendapat sertifikat,” kata Riris dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Dia menyebutkan pelatihan yang digelar oleh Kelurahan Kwitang bekerja sama dengan PPKD Jakarta Pusat melalui program Mobile Training Unit (MTU) tersebut akan berlangsung selama 20 hari kerja, yakni hingga 8 Oktober 2026.

Riris mengatakan materi pelatihan yang diberikan, yaitu mulai dari dasar, termasuk pengenalan alat menjahit, pengukuran badan hingga pembuatan berbagai jenis busana.

Dia menuturkan peserta yang memiliki kemauan belajar dapat menguasai keterampilan menjahit meskipun belum memiliki kemampuan itu sebelumnya.

Dia pun berharap keterampilan tersebut dapat mendorong peserta menjadi lebih produktif dan membantu perekonomian keluarga melalui kegiatan menjahit maupun usaha busana.

“Kami meyakini jika peserta memiliki kemauan untuk belajar berarti, akan mampu, karena materi menjahit yang diajarkan dimulai dari nol, minimal membuat pakaian sendiri,” ujar Riris.

Salah satu peserta yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Kwitang Yasmiati mengaku mengikuti pelatihan tersebut karena ingin memiliki keterampilan menjahit yang sebelumnya belum ia kuasai.

“Saya memiliki keinginan bisa menjahit pakaian hijab yang lagi tren saat ini dan nantinya bisa berwirausaha setelah mengikuti latihan tata busana,” ungkap Yasmiati.

Dia mengungkapkan pelatihan tersebut tidak dipungut biaya sama sekali dan bahan pembelajaran disediakan oleh pihak penyelenggara.

Setelah pelatihan itu selesai, dia berharap keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan untuk memenuhi kebutuhan pribadi maupun dikembangkan menjadi kegiatan usaha.

"Saya optimis setelah mengikuti pelatihan dapat mengaplikasikan keterampilan menjahit ini, minimal bisa membuat busana untuk hari raya," ujar Yasmiati.