"Anak yang sakit jangan dibawa ke sekolah sampai pulih. Segera ke faskes jika keluhan berlanjut, apalagi muncul napas cepat, tarikan dinding dada, atau saturasi oksigen di bawah 92 persen," ujarnya.
"Pemprov DKI tidak menyepelekan 11 kasus itu, tapi juga tidak ingin masyarakat panik. Situasinya dikawal lewat surveilans, faskes yang siaga, dan pencegahan di tingkat keluarga. Kalau ada update teknis dari Dinkes, kami sampaikan," imbuh dia.
Dilansir NadiKabar, berikut sebaran kasus influenza A(H3N2) subclade K di 13 provinsi berdasarkan data kumulatif sejak Januari 2026:
Jawa Timur: 18 kasusKalimantan Selatan: 18 kasusJawa Barat: 12 kasusDKI Jakarta: 11 kasusSumatera Selatan: 5 kasusSumatera Utara: 3 kasusBali: 2 kasusNusa Tenggara Timur: 2 kasusNusa Tenggara Barat: 1 kasusSulawesi Utara: 1 kasusJawa Tengah: 1 kasusSulawesi Selatan: 1 kasusDI Yogyakarta: 1 kasus