Istri Dimas, Desya Ayulian Cristianingrum, menambahkan sempat merasa deg-degan saat naik ke atas truk tangki air. Mengingat dirinya mengenakan pakaian adat Jawa.
"Ya deg-degan sih, tapi yang penting yakin pasti bisa," ucapnya.
Di sisi lain, Desya menjelaskan mahar tersebut berasal dari pihak laki-laki untuk melaksanakan akad nikah. Setelah menjadi milik perempuan maka yang mendonasikan air bersih per tangki itu adalah pengantin perempuan.
"Jadi ya sangat berkesan, karena di saat mereka kesusahan kita bisa memberikan donasi yang berupa air bisa membantu kebutuhan mereka, walaupun hanya sebatas air," katanya.
Ketua Golek Garwo Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais) dan nikah bareng nasional, Ryan Budi Nuryanto, mengatakan pemilihan mahar berupa air bersih per tangki sebagai bentuk kepedulian atas kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Apalagi, saat ini banyak masyarakat seperti di Dlingo, Bantul, dan Gunungkidul memerlukan bantuan air bersih.