"Kami ingin mengajak seluruh manten untuk bisa selain menikah di atas tangki air, juga mendonasikan air bersih per tangki untuk meringankan masyarakat yang terdampak kekeringan," ujarnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja, menyebut ada tiga kapanewon atau kecamatan di Bantul yang terdampak kekeringan. Adapun yang pertama Kapanewon Dlingo, Pundong, dan Imogiri.
"Jadi nikah bareng dengan mahar air bersih per tangki itu sesuai dengan persoalan hari ini, yaitu satu tangki air untuk setiap yang menikah dan itu kemudian didonasikan," ucapnya.
Agus berharap mahar berupa air bersih menjadi inspirasi bagi pasangan lain yang hendak menikah. Mengingat mereka dapat sekaligus berdonasi untuk membantu sesama di musim kemarau ini.
"Nah, ini sebuah inspirasi dari sebuah momentum pernikahan, itu menginspirasi semua pihak supaya ayo kita donasi, ayo kita peduli kepada sesama yang hari ini membutuhkan uluran tangan," katanya.