Dengan adanya tanggal merah tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan momentum Maulid Nabi untuk mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian, selawat, pembacaan sejarah Nabi, hingga kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.
Maulid Nabi menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlak dan ajaran yang ia sampaikan. Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk.
Selain pengajian dan pembacaan selawat, sejumlah daerah memiliki tradisi Maulid Nabi yang diwariskan turun-temurun. Rangkaian kegiatan umumnya tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.