NADIKABAR.COM — Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Pada 2026, peringatan Maulid Nabi bertepatan dengan bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah yang berlangsung pada Agustus 2026.
Lantas, Maulid Nabi 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah jatuh pada tanggal berapa? Berikut jadwal dan informasi mengenai Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 yang dapat menjadi acuan umat Islam di Jawa Timur.
Berdasarkan penetapan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), 1 Rabiul Awal 1448 Hijriah bertepatan dengan Jumat 14 Agustus 2026. Penetapan tersebut berdasarkan hasil rukyatul hilal yang melaporkan terlihatnya hilal di sejumlah lokasi pada 13 Agustus 2026.
Dengan demikian, 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah atau Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada Selasa 25 Agustus 2026.
Tanggal tersebut juga tercantum dalam daftar hari libur nasional 2026 yang dipublikasikan Kementerian Agama melalui Kanwil Kemenag Jawa Timur, yakni 25 Agustus 2026 sebagai Hari Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurut Kalender Hijriah Indonesia Kemenag, 1 Rabiul Awal 1448 Hijriah jatuh pada Jumat 14 Agustus 2026. Tanggal tersebut sekaligus menandai dimulainya bulan ketiga dalam kalender Hijriah setelah Muharram dan Safar. Berikut tanggal 1-12 Rabiul Awal 1448 Hijriah.
Selasa 25 Agustus 2026 merupakan hari libur nasional untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Ketentuan tersebut tercantum dalam daftar hari libur nasional dan cuti bersama 2026 sesuai SKB Tiga Menteri 2026.
Dengan adanya tanggal merah tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan momentum Maulid Nabi untuk mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian, selawat, pembacaan sejarah Nabi, hingga kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.
Maulid Nabi menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlak dan ajaran yang ia sampaikan. Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk.
Selain pengajian dan pembacaan selawat, sejumlah daerah memiliki tradisi Maulid Nabi yang diwariskan turun-temurun. Rangkaian kegiatan umumnya tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.