Di samping itu, KRI Songkhla terus berupaya menyusun rencana pemulangan yang paling optimal untuk mereka demi menghindari kendala transit, dokumen Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), dan pembatasan kuota penerbangan.

Lucky menyampaikan bahwa setelah ketibaan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, 13 ABK WNI tersebut diserahkan dari KRI Songkhla kepada Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang kemudian menyampaikan mereka kepada Badan Penghubung Pemerintah Aceh untuk pemulangan lebih lanjut.

Proses pemulangan ke Aceh Timur dilakukan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Kualanamu di Medan, Sumatera Utara, tambahnya.

Melalui koordinasi lintas lembaga tersebut, seluruh nelayan tiba di kampung halaman mereka di Aceh Timur pada Sabtu (19/9) malam, kata Lucky.