NADIKABAR.COM — Kementerian Sosial (Kemensos) melaporkan sebanyak 1,4 juta penerima bantuan sosial (bansos) terindikasi menjadi pemain judi online (judol). Selain itu 1.900 pegawai Kemensos juga diduga bermain judol.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul akan melakukan penyisiran dan verifikasi data tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah aktivitas judol benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau terdapat pihak lain yang menggunakan identitas maupun rekeningnya.
"Dari data yang kita terima dari PPATK, kita dalami, kemudian kita sisir, dan kita terus berusaha memastikan bahwa penerima bansos yang terindikasi main judi online, kita beri kesempatan untuk melakukan klarifikasi," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, diktutip Jumat (4/9/2026).
Dalam hal ini, menurutnya sebagian penerima bansos yang terindikasi bermain judol sudah memberikan konfirmasi bahwa mereka telah berhenti judi. Namun, Gus Ipul enggan mengungkapkan angka persisnya.
"1,4 juta kita sedang dalami, dan sebagian diantaranya telah melakukan klarifikasi, artinya mereka sudah tidak main judol lagi sejak tahun yang lalu, dan mereka berjanji untuk tidak melakukan judol lagi," ujarnya.