NADIKABAR.COM — Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur belakangan mulai meningkat. Data BPBD Jatim hingga 14 Agustus 2026 tercatat sudah sebanyak 1416,7 Hektar (Ha) hutan/lahan yang terbakar di Jawa Timur.
Jumlah itu masih terus bertambah mengingat total luasan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum terhitung secara lengkap, termasuk kebakaran yang sedang melanda Gunung Arjuno-Welirang di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan Pemprov Jatim berkomitmen penuh melalui BPBD untuk siap siaga melakukan pencegahan dan pemadaman apabila ada karhutla.
"Kita nggak boleh lengah, karena begini gimana caranya supaya tidak pernah ada titik api satu pun. Jadi jangan sampai api terpercik. Tetapi setelah berjibaku di lapangan, petugas itu memang sangat kompleks variabelnya untuk memastikan titik api selanjutnya tidak akan pernah ada. Maka kami selalu waspada dan standby 24 jam untuk memantau potensi karhutla di Jatim," kata Emil di Surabaya, Jumat (21/8/2026).