Menurutnya, perbaikan WTP harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pengolahan hingga jaringan distribusi ke rumah warga. Pengelola juga diminta berkomitmen memenuhi standar kualitas air agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
"WTP ini bisa dibenahi secara total. Bukan pembenahan sedikit-sedikit, tetapi secara menyeluruh, mulai dari pengolahan air sampai pendistribusian dan jalur pemipaannya. Itu harus diperbaiki sesuai standar," tegasnya.
Sementara itu, Dinkes Tangsel bersama Puskesmas Keranggan telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan mengambil tiga sampel air untuk pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan menunjukkan angka E. coli sebesar 14 pada sampel reservoir WTP, 660 pada sampel rumah warga yang menggunakan filter, dan 956 pada sampel rumah tanpa filter.
Temuan tersebut menunjukkan adanya E. coli pada ketiga sampel yang diperiksa. Meski demikian, sumber dan jalur kontaminasi masih perlu ditelusuri melalui pemeriksaan instalasi pengolahan, sumber air baku, serta jaringan perpipaan menuju rumah warga.