NADIKABAR.COM — Sebanyak 145 warga Perumahan Serpong Lagoon di Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami sakit muntah berak (muntaber). Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan meminta pengelola water treatment plant (WTP) perumahan tersebut segera menyediakan pasokan air bersih bagi warga.
"Dengan adanya permasalahan ini, pihak pengelola harus ikut bertanggung jawab memberikan distribusi air bersih, entah dari mana. Yang penting standar mutu bakunya terpenuhi," kata Pilar seperti di situs Pemkot Tangsel, Jumat (16/10/2026).
Pilar menyampaikan hal itu saat bertemu warga dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kamis (15/10). Ia meminta pengelola memenuhi kebutuhan air bersih warga sembari memperbaiki instalasi pengolahan dan jaringan distribusinya menyusul kasus muntaber yang diduga berkaitan dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) pada air yang didistribusikan.
Pilar mengatakan penyediaan air alternatif perlu diawasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar kesehatan. Sementara itu, penggunaan air dari WTP di kawasan tersebut harus dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan memastikan air memenuhi persyaratan kualitas.
Ia menambahkan, Pemkot Tangsel melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) akan mengevaluasi instalasi untuk memastikan apakah permasalahan berasal dari proses pengolahan atau jaringan distribusi air.
Pengelola juga diminta membersihkan dan desinfeksi instalasi, mengoptimalkan klorinasi, serta memeriksa jaringan pipa untuk mengidentifikasi kemungkinan kebocoran.
"Jadi saya harapkan penyelesaiannya tidak bisa jangka pendek atau jangka menengah. Saya harap ini jangka panjang, ya, jangka panjang, ya. Sekali lagi saya di sini karena care (peduli) terhadap semua. Saya care terhadap yang pasti nomor satu kepada warga kami. Maka dari itu duduk bersama dengan Dinas Cipta Karya untuk mengecek apakah ada saluran yang bocor atau tidak," kata dia.
Pilar juga meminta perusahaan menyelesaikan persyaratan administrasi dan terbuka kepada pemerintah daerah mengenai kendala yang dihadapi. Ia menyebut, upaya kerja sama dengan Perumda Tirta Pakuan/PAM sebelumnya telah dibahas, tetapi belum menemukan titik temu.
Menurutnya, perbaikan WTP harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pengolahan hingga jaringan distribusi ke rumah warga. Pengelola juga diminta berkomitmen memenuhi standar kualitas air agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
"WTP ini bisa dibenahi secara total. Bukan pembenahan sedikit-sedikit, tetapi secara menyeluruh, mulai dari pengolahan air sampai pendistribusian dan jalur pemipaannya. Itu harus diperbaiki sesuai standar," tegasnya.
Sementara itu, Dinkes Tangsel bersama Puskesmas Keranggan telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan mengambil tiga sampel air untuk pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan menunjukkan angka E. coli sebesar 14 pada sampel reservoir WTP, 660 pada sampel rumah warga yang menggunakan filter, dan 956 pada sampel rumah tanpa filter.
Temuan tersebut menunjukkan adanya E. coli pada ketiga sampel yang diperiksa. Meski demikian, sumber dan jalur kontaminasi masih perlu ditelusuri melalui pemeriksaan instalasi pengolahan, sumber air baku, serta jaringan perpipaan menuju rumah warga.