"Direncanakan kami akan melibatkan sekitar 1.500 orang untuk pelaksanaannya karena ini di seluruh Indonesia ada 182 titik (Sekolah Rakyat). Selama dua minggu, harapan kami kadet-kadet ini bisa membantu adik-adik Sekolah Rakyat memperbaiki dan membentuk kebiasaan yang bagus, membentuk kedisiplinan, serta membentuk karakter mereka," kata Anton.
Ia menambahkan, pembinaan juga akan diarahkan untuk menumbuhkan kepemimpinan siswa. Salah satunya melalui kegiatan yang memberikan kesempatan kepada siswa menjalankan peran ketua kelas secara bergantian.
Adapun kegiatan yang akan dilakukan meliputi latihan dasar kedisiplinan seperti baris-berbaris, bangun pagi, senam pagi, makan bersama, kegiatan keagamaan, pembelajaran di kelas, pembinaan etika, serta kegiatan kepramukaan.
Para kadet berasal dari berbagai program studi dan fakultas sehingga dapat berbagi pengetahuan sesuai bidang masing-masing kepada siswa. Kadet dari bidang matematika, misalnya, dapat membantu siswa dalam pembelajaran matematika.
"Intinya, kadet-kadet kami akan menjadi kakak asuh siswa Sekolah Rakyat. Mereka akan menyatu, berbagi pengetahuan dan pengalaman, sehingga harapan kami adik-adik ke depan punya figur untuk diharapkan menjadi pemimpin di masa depan. Jadi kadet-kadet inilah yang bisa memberi contoh kepada mereka," pungkas Anton.