NADIKABAR.COM — Sebanyak 1.500 kadet Universitas Pertahanan (Unhan) disiapkan menjadi kakak asuh bagi sekitar 44 ribu siswa Sekolah Rakyat. Lewat program pengabdian selama dua pekan, kehadiran para kadet difokuskan untuk pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kemandirian siswa.
Program tersebut dikonkretkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico dan Rektor Unhan Letjen TNI (Purn.) Anton Nugroho di Kampus Unhan Salemba, Jakarta Pusat, hari ini.
Dalam kesempatan ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga prasejahtera dan diterima tanpa melalui tes akademik. Para siswa datang dengan latar belakang, kemampuan, dan kebiasaan yang beragam sehingga perlu mendapatkan penguatan kedisiplinan.
"Kita harapkan kadet-kadet ini nanti yang melakukan pengabdian bisa menjadi model. Bagaimana membiasakan diri bangun tepat waktu, tidur tepat waktu, merawat diri dengan baik, menjaga barang pribadi, membersihkan tempat tidur, melipat baju, dan menaruhnya di lemari dengan benar," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, pembelajaran kedisiplinan tersebut penting terutama pada masa awal siswa mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Pendampingan ditujukan bagi siswa Sekolah Rakyat jenjang SD, SMP, hingga SMA. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan siswa, termasuk bagi siswa yang berkebutuhan khusus.