Citra satelit memperlihatkan bagian ujung gletser yang terlepas dari ketinggian 5.200 meter dan menyeret bebatuan dan sedimen selama proses jatuhnya. Longsoran es tersebut kemudian menghantam Sungai Lhende, Tibet. 'Banjir' sempat terhenti di aliran sungai sebelum bendungan alami tersebut jebol dan menyapu pemukiman di sekitarnya.
Laporan awal sempat menyebutkan gempa bumi berkekuatanmagnitudo 4,4 menjadi pemicu keruntuhan tersebut. Namun, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) kemudian menyatakan sinyal seismik tersebut berasal dari peristiwa runtuhan gletser itu sendiri, bukan akibat gempa bumi.
Profesor Andrew Mackintosh, seorang ahli gletser di Monash University Australia mengatakan baru sedikit peristiwa serupa yang didokumentasikan. Ia belum bisa memastikan hubungan tim redaksi jatuhnya gletser dengan krisis iklim.