NADIKABAR.COM — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berdampak pada operasional transportasi udara di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Papua.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, mencatat pada Kamis 15 Oktober 2026 kemarin, terdapat 16 bandara di wilayah kerjanya yang operasionalnya terdampak kabut asap akibat Karhutla. Hal ini berdasarkan laporan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X.

"Kondisi asap dapat menurunkan jarak pandang di sekitar bandar udara, sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan, penundaan, maupun pembatalan penerbangan. Setiap keputusan operasional penerbangan diambil dengan mengutamakan aspek keselamatan," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2026).

Data Dirjen Perhubungan Udara mencatat di Provinsi Papua ada Bandar Udara Sentani yang terdampak karhutla. Kemudian, di Provinsi Papua Tengah ada Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, Bandar Udara Ilaga, dan Bandar Udara Ilu.