Wisatawan asing yang dilaporkan hilang berasal dari berbagai negara, termasuk 142 warga India. Selain itu, terdapat pula wisatawan dari Australia, Inggris, Malaysia, Belanda, Portugal, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

"Seluruh desa dan kawasan pasar telah musnah," kata David Fisher, kepala perwakilan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) di Nepal.

IFRC menyatakan tengah menyalurkan berbagai kebutuhan darurat bagi para korban, seperti selimut, perlengkapan pertolongan pertama, tandu, hingga kantong jenazah. Sementara itu, pemerintah Tibet mengerahkan hampir 800 personel tanggap darurat dan sekitar 150 kendaraan untuk mendukung operasi penyelamatan.

Upaya tersebut juga melibatkan anjing pelacak serta perahu cepat guna mempercepat pencarian korban, sebagaimana dilaporkan kantor berita pemerintah China, Xinhua.