NADIKABAR.COM — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengungkapkan bantuan modal usaha tersebut tidak cukup hanya disalurkan. Penggunaannya perlu dikawal agar benar-benar membantu penerima mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu mengapresiasi pola Baznas yang tidak berhenti pada pemberian modal, tetapi juga menyediakan pendampingan untuk memantau perkembangan usaha penerima manfaat. Menurutnya, pola tersebut dapat menjadi contoh bagi pemerintah dalam mengelola program bantuan modal.
Ia berharap bantuan yang diberikan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, juga disertai pengawasan dan pendampingan. Dengan demikian, dana yang disalurkan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan usaha dan memberikan dampak nyata bagi penerimanya.
"Ini menjadi role model buat kita seharusnya. Jadi kalau memang ada yang dibantu itu harus ada yang mendampingi, menjadi pengawas, supaya bisa berkembang," kata Taj Yasin dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).
Hal tersebut disampaikannya pada penyerahan bantuan secara simbolis di Hotel Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (9/10).
Taj Yasin mengungkapkan keberhasilan program bantuan tidak semata-mata diukur dari jumlah dana yang tersalurkan, tetapi juga dari perkembangan usaha penerima. Ia juga mengapresiasi penerima bantuan Baznas yang kini telah mampu beralih status dari mustahik menjadi muzaki atau orang yang menunaikan zakat.
Sementara itu, Ketua Baznas Jateng, Ahmad Darodji mengatakan program bantuan modal usaha produktif tahun ini menyasar 3.500 mustahik dengan total alokasi Rp10,5 miliar. Penyalurannya dilakukan secara bertahap, dengan setiap penerima memperoleh bantuan Rp3 juta.