βDistribusi semen dan klinker memiliki pola yang cukup khas karena volumenya besar dan berkaitan dengan kesinambungan aktivitas produksi serta konstruksi. Kereta api memberikan pilihan angkutan yang terjadwal untuk membawa material dari kawasan produksi menuju fasilitas pengolahan maupun titik distribusi,β ujar Anne.
Secara rata-rata, volume 1,83 juta ton selama sembilan bulan tersebut setara sekitar 6.700 ton per hari kalender. Pergerakan dalam skala tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan transportasi untuk material yang menjadi bagian dari pembangunan perumahan, fasilitas publik, kawasan industri, hingga berbagai proyek konstruksi di daerah.
Layanan angkutan semen dan klinker KAI berjalan pada sejumlah koridor di Jawa dan Sumatra. Di Sumatra Selatan, kereta api digunakan dalam rantai distribusi Semen Baturaja. Sementara di Sumatra Barat, jaringan rel menghubungkan kawasan industri Indarung dengan Bukit Putus yang terhubung menuju kawasan Pelabuhan Teluk Bayur.
Anne mengatakan setiap koridor memiliki pola distribusi yang berbeda, bergantung pada lokasi pabrik, fasilitas pengolahan, terminal, dan kebutuhan pelanggan.