NADIKABAR.COM — Volume bertambah sekitar 472 ribu ton sejak posisi akhir Juli, mengikuti kebutuhan distribusi material industri dan konstruksi
Jakarta (NadiKabar) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 1.829.352 ton semen dan klinker telah diangkut menggunakan kereta api sepanjang Januari–September 2026. Volume tersebut menjadi salah satu komponen utama dalam angkutan barang non-batu bara KAI yang pada periode yang sama mencapai 9.148.571 ton.
Dibandingkan posisi akhir Juli 2026 yang tercatat 1.357.524 ton, volume semen dan klinker bertambah sekitar 471.828 ton selama Agustus–September. Data ini menunjukkan aktivitas distribusi material industri terus berlangsung hingga akhir kuartal III 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan karakter semen dan klinker sesuai dengan layanan kereta barang karena membutuhkan pengiriman dalam jumlah besar dan dilakukan berulang pada koridor tertentu.
“Distribusi semen dan klinker memiliki pola yang cukup khas karena volumenya besar dan berkaitan dengan kesinambungan aktivitas produksi serta konstruksi. Kereta api memberikan pilihan angkutan yang terjadwal untuk membawa material dari kawasan produksi menuju fasilitas pengolahan maupun titik distribusi,” ujar Anne.
Secara rata-rata, volume 1,83 juta ton selama sembilan bulan tersebut setara sekitar 6.700 ton per hari kalender. Pergerakan dalam skala tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan transportasi untuk material yang menjadi bagian dari pembangunan perumahan, fasilitas publik, kawasan industri, hingga berbagai proyek konstruksi di daerah.
Layanan angkutan semen dan klinker KAI berjalan pada sejumlah koridor di Jawa dan Sumatra. Di Sumatra Selatan, kereta api digunakan dalam rantai distribusi Semen Baturaja. Sementara di Sumatra Barat, jaringan rel menghubungkan kawasan industri Indarung dengan Bukit Putus yang terhubung menuju kawasan Pelabuhan Teluk Bayur.
Anne mengatakan setiap koridor memiliki pola distribusi yang berbeda, bergantung pada lokasi pabrik, fasilitas pengolahan, terminal, dan kebutuhan pelanggan.
“Yang penting bagi pelanggan industri adalah bagaimana barang dapat bergerak dalam volume besar dengan jadwal yang dapat direncanakan. Dari sisi operasional, KAI menyesuaikan layanan dengan kapasitas lintas, kesiapan sarana, terminal, serta pola kebutuhan masing-masing pelanggan,” kata Anne.
Semen dan klinker juga menjadi bagian dari struktur angkutan non-batu bara KAI yang semakin beragam. Hingga September 2026, volume non-batu bara mencapai 9,15 juta ton, tumbuh 2,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Anne, kereta barang memiliki ruang besar untuk melayani komoditas dengan karakter volume tinggi karena satu rangkaian dapat mengangkut muatan dalam jumlah besar dalam satu perjalanan.
“Setiap ton material yang berpindah melalui rel berarti ada rantai produksi dan distribusi yang terus berjalan. KAI akan menjaga keandalan layanan agar pelanggan industri memiliki pilihan transportasi yang sesuai dengan kebutuhan usahanya,” tutup Anne.