Selain memulihkan fasilitas produksi, pembangunan dapur permanen juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas garam rakyat. Dinas Perikanan Aceh Utara mendorong kadar natrium klorida (NaCl) pada garam meningkat dari sekitar 94 persen menjadi di atas 96 persen.

Saat ini, harga garam di tingkat petambak berkisar Rp 6.000-Rp 7.000 per kilogram. Peningkatan mutu diharapkan dapat mendongkrak nilai jual sekaligus memperluas peluang pemasaran garam lokal.

"Tapi ke depan kalau ini bisa kita kembangkan saya kira tidak tertutup kemungkinan bahwa garam kita juga bisa kita hasilkan untuk kebutuhan industri dan farmasi," ujarnya.