"Kehadiran Taman Budaya ini menjadi sangat penting di dalam pemajuan kebudayaan, sesuai dengan amanat imperatif konstitusi Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945. Suatu legacy yang hadir hampir di setiap daerah, semacam cultural center yang sangat penting," ungkap Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya peran Taman Budaya di titik temu posisi strategis kebudayaan nasional, yaitu sebagai daya ikat kohesi bangsa (binding power), sumber jati diri (source of identity), penggerak pertumbuhan (engine of growth), serta sarana diplomasi soft power di tingkat global. Menurutnya, Taman Budaya kini tak lagi sekadar gedung pertunjukan, melainkan sebuah infrastruktur kebudayaan yang hidup sebagai ruang produksi pengetahuan, regenerasi talenta, serta pusat penggerak ekosistem kebudayaan nasional.

Penyelenggaraan Temu Karya Taman Budaya XXV turut menghadirkan Suluh Sumurup Art Festival yang menampilkan karya perupa penyandang disabilitas menjadi wujud nyata kesetaraan dan pemberdayaan dalam berkesenian yang perlu direplikasi di berbagai daerah. Dalam pameran ini, sebanyak 186 karya seni rupa dari 132 seniman penyandang disabilitas dipamerkan, mencakup berbagai medium seperti lukisan, kain batik, instalasi, hingga karya multimedia.

Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas hadirnya karya-karya luar biasa para seniman disabilitas. Pameran ini membuktikan di dalam mengekspresikan budaya dan karya seni, tidak ada batasan fisik yang dapat menghalangi.

"Karya-karya yang dipamerkan ini luar biasa karena menunjukkan bahwa siapapun, meskipun dalam keterbatasan, bisa mengekspresikan apa yang menjadi pikiran, rasa, budaya, serta memotret keadaan," ujar Fadli Zon.

Kehadiran pameran ini membuktikan besarnya inklusivitas dan ekonomi budaya melingkar (Circular Cultural Economy). Ke depan, diharapkan karya-karya dari seniman disabilitas ini dapat terus diapresiasi secara luas, baik sebagai koleksi, menghiasi ruang galeri, maupun diminati oleh para kolektor seni, sebagai bagian dari upaya memajukan kebudayaan bersama.