Sementara itu, keberadaan Pojok Kreatif Taman Budaya dirancang sebagai wadah pemasaran digital dan branding produk seniman maupun perajin. Melalui konsep Circular Cultural Economy, nilai ekonomi yang dihasilkan dari karya seni diharapkan dapat berputar kembali untuk memperkuat seniman, komunitas, regenerasi talenta, dan ekosistem asal karya tersebut.
Menutup sambutannya, Fadli Zon berharap Temu Karya Taman Budaya XXV menguatkan hubungan antar Taman Budaya se-Indonesia dan mendorong adanya berbagai kolaborasi melalui pertukaran karya, program residensi, kurasi bersama, serta pertukaran praktik baik.
"Taman Budaya harus menjadi ruang tempat karya bertemu dengan publik untuk memperkuat ekosistem kebudayaan nasional. Wadah untuk berjejaring antara seniman, komunitas, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat sehingga dapat menjadi salah satu simpul penting dalam ekosistem manajemen talenta," tutup Fadli Zon.
Kementerian Kebudayaan mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas untuk memperkuat infrastruktur fisik, kualitas program, serta tata kelola Taman Budaya. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam pemajuan kebudayaan sekaligus penguatan manajemen talenta daerah, sehingga para pelaku seni budaya mendapatkan ruang penciptaan dan jejaring yang lebih luas untuk bersaing di panggung dunia.
Turut hadir dalam acara ini, yaitu Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X; Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal; Kepala Dinas Kebudayaan D.I. Yogyakarta, Dian Lakshmi Pratiwi; Asisten Sekretariat Daerah D.I. Yogyakarta Bidang Pemerintahan dan Kesra, Aria Nugrahadi; Direktur Operasi TWC, Indung Purwita Jati; Direktur Utama Taman Wisata Borobudur, Mardijono Nugroho; Kepala Taman Budaya DIY, Purwiati; serta seluruh delegasi dan peserta Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV.
Hadir mendampingi Menteri Kebudayaan yakni Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Syukur Asih Suprojo; Kepala Bagian Program dan Anggaran, Zamrud Setya Negara; dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Yogyakarta, Nahar Cahyandaru.