Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, mengonfirmasi kondisi di lapangan kini sudah terkendali. Strategi pemadaman dilakukan secara estafet dengan membangun tandon air sebagai suplai utama di tengah medan yang sulit dijangkau. Hingga saat ini, pendataan luas lahan yang hangus masih terus dilakukan.
"Sampai saat ini tidak terdeteksi ada asap lagi. Sementara data itu," tutur Indra.
Di sisi lain, Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning, Nandar Junar Arip, mengungkapkan bahwa angin kencang menjadi tantangan terberat selama proses pemadaman. Kondisi cuaca tersebut sempat memicu bara api kembali menyala dan membesar.
"Kendala yang tadi tim hadapi yaitu dengan angin yang cukup kencang sehingga si jago merah agak sangat besar. Ya alhamdulillah dengan gabungan tim redaksi BPBD, ada TNI-Polri, dan KPH, BTNGC sendiri. Kita berkoordinasi dengan mereka semuanya ya berjibaku bersama-sama, kita bisa memadamkan api yang membara itu," tutur Nandar.