Untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, sebanyak 37 petani hutan anggota MPA dikerahkan untuk menyisir area bekas kebakaran. Mereka fokus melakukan pendinginan dan mop-up pada sisa-sisa bara yang masih aktif di perbatasan area yang terbakar.

"Sekitar 37 orang kita maksimalkan untuk pendinginan dan penyisiran area-area yang masih ada baranya. Proses mop up sama pendinginan penyisiran bara-bara yang masih aktif, terutama di ujung-ujung kebakaran tim redaksi area yang terbakar dan area yang belum terbakar. Itu akan berpotensi lagi ketika baranya terhembus angin lagi dengan oksigen ada lagi. Jadi kita antisipasi di area-area ujung kebakaran," pungkas Nandar.

Rentetan kebakaran di Gunung Ciremai pekan ini dimulai sejak Senin (7/9) yang sempat menghanguskan sekitar 40 hektare lahan di Blok Cileutik hingga Manguntapa sebelum padam pada Rabu malam. Kebakaran terbaru yang muncul pada Jumat kemarin diduga kuat dipicu oleh sisa api sebelumnya yang kembali menyambar semak kering akibat embusan angin kencang.