NADIKABAR.COM — Dua balita menjadi korban kebakaran rumah di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (27/7) siang. Salah satu korban dinyatakan meninggal dunia usai menjalani perawatan sekira pukul 19.20 WIB.

Seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Nurjannah (5) juga mengalami luka bakar ringan. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat kebakaran terjadi juga terdengar suara ledakan. Tantri mengatakan, kemungkinan ledakan itu berasal dari tabung gas yang bocor dan ruangan dalam kondisi tertutup.

"Pertama ada ledakan di dapur itu temboknya pecah. Dan ruangan tertutup," kata Tantri saat dihubungi awak media, Kamis (27/8/2026).

Saat kebakaran terjadi, ada tiga orang yang berada di dalam rumah. Ketiganya yakni Nurjannah (50) sebagai asisten rumah tangga (ART) serta Nail (6 bulan) dan Arkana (4) yang merupakan anak perempuan pemilik rumah.

Ketiganya berada di ruang keluarga. Ruangan tersebut juga digunakan sebagai dapur.

"Jadi dia posisi dapur yang kebakar dari tabung gas. Dapur jadi satu dengan ruang keluarga," sebut Tantri.

Sementara itu, hanya terdapat satu pintu keluar di rumah. Para korban diselamatkan oleh warga sekitar.

"Dia terjebak di ruangan tengah dan untungnya sempat keluar. Korban diselamatkan warga," ungkap Tantri.

Dalam kejadian itu, dua balita mengalami luka bakar cukup serius. Sementara ART rumah tersebut mengalami luka bakar ringan. Ketiganya lantas dilarikan ke Rumah Sakit Umum Hermina di Banyumanik.

"Luka bakar anak-anak itu hampir sekujur tubuh. (Para korban) Dibawa ke RS dari warga setempat" tutur Tantri.

Adapun bagian rumah yang terbakar adalah plafon hingga atap rumah. Barang-barang di ruangan keluarga juga hangus.

Tantri menyebut kendala yang dialami petugas di lapangan adalah gang sempit. Mobil pemadam kesulitan masuk ke lokasi.

"Gangnya sempit sekali dan sangat ngepres," ucapnya.

Tantri mengimbau masyarakat agar rutin untuk mengecek tabung gas dan regulatornya. Dia juga meminta agar selalu memeriksa kelistrikan di rumah.

"Banyak terjadi kebocoran gas. Saya mengimbau untuk memastikan tutup dan regulator itu dicek agar aman. Korsleting listrik itu seperti charger HP dan apa itu harus diperiksa terus," pungkasnya.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Tantri Pradono membenarkan kabar meninggalnya balita itu.

"Yang meninggal identitas laki-laki umur 5 bulan. (Namanya Nail?) Iya, Mas," kata Tantri kepada NadiKabar melalui pesan singkat, Kamis (27/8) malam.

Tantri menyebut, korban meninggal sekitar pukul 19.20 WIB. Namun, belum ada informasi lebih lanjut di mana Naik wafat.

"Kurang lebih jam 19.20," sebut Tantri.

Lihat juga Video 'Kebakaran Bengkel di Pasuruan gegara Pemilik Bakar Sampah Sembarangan':