Badan Geologi juga mencatat penurunan aktivitas Anak Krakatau yang didukung oleh data deformasi yang memperlihatkan adanya penurunan (deflasi). Catatan kegempaan Anak Krakatau pada 20 September 2026 menunjukkan 1 kali Gempa Low Frequency dan Tremor Menerus dengan rata-rata amplitudo 2 mm.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh, tingkat aktivitas Gunung api Anak Krakatau diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada), terhitung mulai 21 September 2026 pukul 18.30 WIB," ucap Kepala Badan Geologi Lena Saria kepada wartawan, Senin (21/9/2026).

Dengan penurunan tingkat aktivitas tersebut, rekomendasi pada Level II (Waspada) adalah masyarakat tidak boleh mendekati area 2 km dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.