"Termasuk pertanian dan perkebunan, tapi pada fakta lapangan rata-rata desa/kelurahan di Pasangkayu sudah terdampak semua, sudah lebih satu bulan," tuturnya.
Terpisah, FOD BMKG Sulbar, Musrawati menjelaskan jika bulan September memang merupakan saat peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Pada masa peralihan ini berpotensi muncul pertumbuhan awan konvektif yang bisa menyebabkan potensi hujan sedang hingga lebat.
"(Sementara) untuk prediksi awal musim hujan sendiri di wilayah Sulbar di bulan Oktober-November," sebutnya.
Di sisi lain, ia mengungkapkan penyebab hujan turun tidak merata di wilayah Sulbar. Hal itu karena wilayah di Sulbar tidak semuanya berada dalam satu zona musim.
"Untuk kondisi hujan yang tidak merata, memang wilayah Sulawesi Barat itu tidak berada dalam 1 zona musim, yang artinya untuk keriteria hujannya pun berbeda-beda," imbuhnya.