Dari kedua anak kelas 5 yang diduga terlibat, dia memastikan tidak ada anak dari anggota Polri. Demikian juga satu anak kelas 6, yang awalnya diduga terlibat pada aksi yang terjadi pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 09.00 WIB itu.
"Kami cek ke saksi dan diperkuat dengan data kartu keluarga, yang kami terima dari pihak sekolah, pekerjaan orang tua atau bapak dari ketiga anak tersebut adalah tenaga medis dan wiraswasta, bukan polisi yang selama ini dikabarkan di sosial media," kata Wildan.
"Itu terjadi pada hari Sabtu, saat jam istirahat di depan kamar kecil. Kondisi lokasi sepi karena banyak yang bermain di depan halaman," ungkapnya.