NADIKABAR.COM — Polisi menyebut dua anak yang merupakan kakak kelas terlibat dalam aksi kekerasan buntut meninggalnya siswa kelas 2 SD di Pemalang, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut terjadi pada saat jam istirahat .
"Hasil pemeriksaan saksi-saksi, dua anak terlihat dalam aksi itu. Berdasarkan keterangan saksi, sebelum meninggal dunia anak korban sempat ditunjukkan foto semua anak di kelas 5 dan 6. Korban saat itu menunjuk dua kakak kelasnya tadi," kata Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Wildan Umar, saat menyampaikan dalam acara pers rillis di Mapolres Pemalang, dilansir NadiKabar, Senin (5/10/2026) malam.
Dua anak yang ditunjuk korban sebelum meninggal merupakan kakak kelas 5. Sedangkan satu anak yang semula diduga terlibat, dari keterangan saksi-saksi korban sebelum meninggal dan saksi-saksi anak lainnya tidak terlibat.
Dari kedua anak kelas 5 yang diduga terlibat, dia memastikan tidak ada anak dari anggota Polri. Demikian juga satu anak kelas 6, yang awalnya diduga terlibat pada aksi yang terjadi pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 09.00 WIB itu.
"Kami cek ke saksi dan diperkuat dengan data kartu keluarga, yang kami terima dari pihak sekolah, pekerjaan orang tua atau bapak dari ketiga anak tersebut adalah tenaga medis dan wiraswasta, bukan polisi yang selama ini dikabarkan di sosial media," kata Wildan.
"Itu terjadi pada hari Sabtu, saat jam istirahat di depan kamar kecil. Kondisi lokasi sepi karena banyak yang bermain di depan halaman," ungkapnya.