"Ya senang, siswanya banyak. Kalau di SDN Setono sedikit banget siswanya. Nggak apa-apa pindah," tutur Dafa.
Diketahui, SDN Setono resmi ditutup setelah tiga tahun berturut-turut tidak menerima siswa baru. Sekolah tersebut berhenti beroperasi sejak Juli 2026, bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Pantauan di lokasi pada Kamis (20/8), bangunan sekolah tampak sepi tanpa aktivitas belajar mengajar. Sejumlah ruang kelas sudah kosong dari meja dan kursi. Bahkan, ruang kelas I dan II ditutup menggunakan seng.
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Setono Handry Reza Pratama membenarkan penutupan SDN Setono. Menurut dia, sekolah tersebut telah mengalami kesulitan mendapatkan murid baru selama beberapa tahun terakhir.
"Dari dulu kelas 1, 2, 3 itu tidak ada siswanya. Kadang ada yang daftar cuma satu atau dua anak, lalu akhirnya pindah," katanya.
Minimnya jumlah siswa bahkan membuat calon murid yang sempat mendaftar akhirnya memilih pindah karena tidak memiliki cukup teman sekelas.