Saat ditutup, masih terdapat enam siswa yang harus melanjutkan pendidikan di sekolah lain. Mereka kemudian dialihkan ke sekolah negeri terdekat di wilayah Jenangan dan Babadan.

Dari enam siswa tersebut, dua anak pindah ke SDN 1 Japan, sedangkan empat lainnya melanjutkan pendidikan di SDN 1 Singosaren.

Handry mengaku menyayangkan penutupan SDN Setono. Sebab, sekolah tersebut merupakan satu-satunya sekolah dasar negeri yang berada di wilayah Kelurahan Setono.

Pihak kelurahan, kata dia, sebelumnya telah berulang kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait keberadaan sekolah tersebut. Namun, keputusan memilih sekolah tetap berada di tangan orang tua.

"Sebenarnya kami sudah sering sosialisasi ke warga. Tapi keputusan tetap di orang tua, dan banyak yang memilih sekolah yang dianggap lebih favorit," pungkasnya.