Dia menyampaikan pemerintah berupaya memastikan program-program, kebijakan-kebijakan, dan manfaat dari pertumbuhan ekonomi itu dirasakan oleh kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Demi mengetahui itu, pemerintah melihat nilai tukar petani (NTP) sebagai salah satu indikator. NTP meningkat dari 124 pada akhir 2024 menjadi 131 pada September 2026.
Capaian itu pun mencerminkan perbaikan kesejahteraan petani, yang diikuti oleh peningkatan nilai tukar nelayan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai tukar nelayan (NTN) pada September 2026 tercatat 108,85.
Kemudian pada sektor ketenagakerjaan, Syahganda menekankan bahwa upah buruh naik rata-rata 6,5 persen selama dua tahun terakhir. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan upah sebelumnya yang sekitar 1 persen.