Pemerintah menyadari bahwa masyarakat yang sehat merupakan fondasi untuk membangun generasi unggul. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan CKG dapat dimanfaatkan oleh 130 juta orang pada akhir tahun ini.
Dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR pada 14 Agustus lalu, Presiden Prabowo mengatakan akan meningkatkan kualitas pelaksanaan program tersebut sekaligus memperluas jangkauannya agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
CKG menjadi salah satu bentuk kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat demi mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera.
"Negara harus menjaga kesehatan rakyat sebelum mereka sakit berat," ujarnya.
CKG Dorong Peningkatan Harapan Hidup Masyarakat
Hingga 4 Oktober 2026, program ini telah dimanfaatkan oleh sekitar 105 juta orang. Namun, target CKG bukan sekadar jumlah peserta. Pemerintah juga menganalisis potensi risiko kesehatan peserta untuk merumuskan kebijakan strategis guna mencegah dan menangani masalah kesehatan.
Sebagai contoh, sepanjang pelaksanaan CKG, Kementerian Kesehatan menemukan tiga masalah kesehatan yang paling banyak dialami peserta, yakni dislipidemia atau gangguan kadar lemak dalam darah, hipertensi, dan diabetes.
Berdasarkan data tersebut, pemerintah melakukan tata laksana terhadap ketiga masalah kesehatan itu agar masyarakat terhindar dari penyakit kronis, seperti stroke dan penyakit kardiovaskular lainnya. Tata laksana ini mencakup pemberian pengobatan serta perawatan gratis untuk membantu masyarakat menerapkan pola hidup yang lebih sehat.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan upaya skrining dan tata laksana tersebut telah membantu masyarakat mengendalikan faktor risiko kesehatan sejak dini, sekaligus mendorong perubahan pola hidup menjadi lebih sehat.