"Nggak ngobrol kok, cuma begini, dada-dada di atas geladak itu. 'Doain ya, Pak,' gitu," ungkapnya.

Saryanto mengatakan saat itu Ahda masih dalam kondisi baik dan terlihat berada di atas kapal. Kini, keluarga hanya bisa berharap Arda ditemukan dalam keadaan selamat. Apalagi, Saryanto mengetahui adanya sejumlah penumpang yang telah berhasil diselamatkan.

"Ya moga-moga selamat lah," harapnya.

Saryanto mengenang Ahda sebagai sosok anak yang baik. Ia mengatakan hubungannya dengan Arda bukan sekadar kerabat, melainkan sudah seperti orang tua karena mengasuh Ahda sejak kecil hingga SMA.

"Ahda itu dulu ke itu Pondok Pesantren Mubarok. Nah, terus nggak kerasan, keluar. Terus masuk pondok lagi, nggak kerasan lagi. Nah itu ikut kerja paket di MTA. Terus dapat ajakan sama temannya itu diajak kerja di kelapa sawit," terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh paman Aldo Nurahmansyah (19), Suyono, yang mengatakan keponakannya berangkat ke Kalimantan pada Jumat (11/9) lalu. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, Aldo berangkat bersama sejumlah temannya.

"Ini baru berangkat hari Jumat. Mungkin Kamis malam ya, mungkin hari Jumat. Terus Minggu pagi apa malam itu ada musibah. Jadi berangkat dari rumah hari Jumat pagi," kata Suyono kepada wartawan, Senin (14/9).

Suyono menyebut Aldo berniat bekerja untuk membantu kondisi ekonomi keluarganya. Aldo disebut sudah lama berusaha mencari pekerjaan.

"Ya mungkin sudah lama dia selalu berusaha ingin bekerja. Berusaha bekerja membantu orang tua yang saat ini sudah tidak bekerja orang tuanya Aldo," ujarnya.

Menurut Suyono, Aldo mendapat pekerjaan di Kalimantan di sektor perkebunan sawit. Keberangkatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman pertama Aldo merantau maupun bekerja.

"Informasi yang kita terima kerja di sawit," ungkapnya.

Suyono mengaku sempat bertemu Aldo sebelum keberangkatannya. Dia juga memberikan pesan kepada Aldo agar meminta doa restu kepada ibunya sebelum pergi merantau.

"Saya sempat pamit dengan orang tuanya. Malah saran saya, pamit dulu minta doa restu kepada ibumu selaku surgamu. Itu nomor satu," tutur Suyono.