Dia mengatakan ibu Aldo sebenarnya berat melepas anaknya untuk bekerja jauh di Kalimantan. Namun, Aldo tetap memiliki tekad untuk berangkat bersama teman-temannya.

"Ibunya sendiri mungkin secara hati tidak rela. Kerja di Solo atau Palur, kalau bisa. Cuman anak muda ya tahu sendiri, ada teman-temannya yang lain," katanya.

Suyono menuturkan hingga kini keluarga belum mendapatkan informasi lanjutan mengenai keberadaan Aldo setelah kapal yang ditumpanginya mengalami musibah.

"Ya, untuk saat ini kita belum ada kabar tindak lanjut," ucapnya.

Suyono mengatakan Aldo berkependudukan di Kepatihan Wetan RT 06, RW 01, Jebres, Solo. Dia menyebut Aldo sebagai remaja yang baik dan masih berusaha membantu ibunya meski belum memiliki pekerjaan tetap.

"Pesan saya yang penting satu, jaga salat dan berbakti kepada orang tua. Itu utama," katanya.

Dia berharap Aldo dapat ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, keluarga juga berusaha menerima apa pun yang menjadi kehendak Tuhan.

"Namanya musibah, cuman kita berdoa dari keluarga semoga keselamatan, dalam hal ini Aldo selamat. Seandainya meninggal, itu sudah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa," pungkasnya.

Sebelumnya dilansir NadiKabar.com, kapal Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 orang terbalik dan tenggelam usai menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan dari Surabaya ke Banjarmasin. Berdasarkan data dari Basarnas dan Kemenhub, ada 114 korban yang telah dievakuasi.

Dikutip dari situs resmi Kemenhub, Senin (14/9), data manifes menunjukkan kapal itu membawa total 243 orang yang terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, 126 sopir dan kernet beserta 89 unit muatan kendaraan.

Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menyebut ada 114 orang yang telah dievakuasi. Korban yang dievakuasi terdiri dari 108 orang selamat dan enam orang tewas.

"Total yang sudah ditemukan adalah 114 orang, dengan rincian 108 yang selamat dan enam yang meninggal dunia," kata Menhub Dudy dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.