Tujuh film panjang yang terpilih yakni "Barisan Penghibur", "Hoegeng: Yang Ada Tinggal Nama", "Rengasdengklok", "Kapal Selam Kalibayam", "Sakura di Telawang", "Rai", dan "Pintu Tertutup".

Sementara 13 film pendek yang terpilih yakni "Arang Kobar Juang", "Belantara Raya", "Buleun Purnama, di Nanggroe", "Darah Djoeng", "Desing Peluru Tak Bertuan", "Ibu Raih", "Jam 7 Pagi (Makassar, 1947)", "Menara Terakhir", "Operasi Malino: Lembar yang Hilang", "Seriboe Soedirman", "Suara Republik", "Timur 1950", dan "Yang Tenggelam Saat Fajar".

Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan berfokus pada berbagai peristiwa sejarah sekitar 1945-1950, mulai dari pertempuran, diplomasi, perjuangan pers, hingga perjuangan masyarakat di berbagai daerah.

Fadli mengatakan ke-20 rumah produksi terpilih juga menjalani proses riset dan pengembangan skenario untuk menghasilkan naskah akhir yang siap diproduksi.