NADIKABAR.COM — Kementerian Kebudayaan menetapkan 20 karya sebagai pemenang Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026 yang terdiri atas tujuh film panjang dan 13 film pendek.
"Dari karya-karya terpilih, kita dapat melihat keberagaman peristiwa, kekayaan konsep, tokoh yang diangkat, pendekatan cerita, beragamnya latar belakang para sineas yang terlibat juga," kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam acara penandatanganan kontrak produksi film narasi kepahlawanan di Jakarta, Kamis.
Fadli mengatakan keberagaman karya tersebut menunjukkan perhatian insan perfilman terhadap narasi perjuangan dan kepahlawanan Indonesia.
Program tersebut sebelumnya menjaring 143 rumah produksi dan melalui tahapan seleksi proposal dan naskah, pitching, rapat pleno dewan juri, verifikasi, hingga pemenuhan persyaratan.
Tujuh film panjang yang terpilih yakni "Barisan Penghibur", "Hoegeng: Yang Ada Tinggal Nama", "Rengasdengklok", "Kapal Selam Kalibayam", "Sakura di Telawang", "Rai", dan "Pintu Tertutup".
Sementara 13 film pendek yang terpilih yakni "Arang Kobar Juang", "Belantara Raya", "Buleun Purnama, di Nanggroe", "Darah Djoeng", "Desing Peluru Tak Bertuan", "Ibu Raih", "Jam 7 Pagi (Makassar, 1947)", "Menara Terakhir", "Operasi Malino: Lembar yang Hilang", "Seriboe Soedirman", "Suara Republik", "Timur 1950", dan "Yang Tenggelam Saat Fajar".
Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan berfokus pada berbagai peristiwa sejarah sekitar 1945-1950, mulai dari pertempuran, diplomasi, perjuangan pers, hingga perjuangan masyarakat di berbagai daerah.
Fadli mengatakan ke-20 rumah produksi terpilih juga menjalani proses riset dan pengembangan skenario untuk menghasilkan naskah akhir yang siap diproduksi.
Ia berharap film-film tersebut dapat menghadirkan kisah kepahlawanan Indonesia yang belum banyak dinarasikan sekaligus memperkuat ekosistem perfilman nasional.
"Kita berharap produksi film nanti bisa memperkuat memori kolektif bangsa, menumbuhkan literasi kepahlawanan, mudah diakses oleh masyarakat," ujarnya.
Film-film tersebut diharapkan dapat ditayangkan di bioskop dan berpeluang mengikuti festival film internasional, selain dapat diakses melalui sekolah dan berbagai platform.