"Tentunya kita berharap dapat segera dituntaskan, di mana pembangunan hunian tetap ini masih menjadi pekerjaan besar. Rekap laporan mencatat 2.085 unit selesai dari rencana 57.027 unit," kata Amran, dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).
Pemutakhiran data terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan yang baru teridentifikasi tetap masuk dalam perencanaan. Dengan demikian, masyarakat yang memenuhi persyaratan tidak tertinggal dari program pemulihan hunian.
"Karena memang target ini bertambah terus. Jadi pemerintah tetap mengakomodir ketika ada masukan-masukan ini kekurangan, ada kebutuhan lagi, tetap didata terus dan perkembangan terkait dengan jumlah unit yang akan dibangun akhirnya bertambah," ujar Amran.
Percepatan pembangunan dilakukan melalui penyelarasan setiap tahapan, mulai dari penetapan calon penerima, penyediaan dan pematangan lahan, hingga pelaksanaan konstruksi. Kesiapan lokasi menjadi faktor penting agar pekerjaan fisik dapat segera dimulai dan tidak menghadapi persoalan hukum di kemudian hari.